Mutilasi di Magetan

Gilang Habisi Ayu Karena Menolak Diajak Bercinta


Magetan - Setelah sepekan mengejar pelaku mutilasi, akhirnya polisi menetapkan Gilang Maulana (22), mahasiswa Akper Universitas Muhammadiyah Ponorogo sebagai tersangka.

Ini setelah pelaku menghabisi nyawa korbannya, Ayu Wulandari (20) mahasiswi Stikes Jombang asal RT 3 RW 3 Dusun Ngrayung Desa Kepuh Rejo, Kecamatan Kudu, Jombang.

Mahasiswa semester 4 bidang kesehatan nekat menghabisi Ayu karena korban menolak disetubuhi saat menginap di Hotel Pantes kawasan obyek wisata Telaga Sarangan 9 Juli 2009 lalu.

Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Bahrul Alam mengaku bahwa saat diajak menginap di Hotel Pantes korban menolak disetubuhi lantaran menstruasi. Pelaku pun gelap mata dan membunuh korban dengan mencekik lehernya.

"Kejadiannya 9 Juli 2009 pukul 22.00 WIB, korban menolak disetubuhi karena sedang datang bulan namun pelaku gelap mata dan mencekik korban," jelas� kapolda saat di Polres Magetan Jalan Raya Magetan-Madiun, Sukomoro, Sabtu (18/7/2009).

Dia menambahkan, kejadian itu terjadi Kamis 9 Juli 2009. Saat itu korban masuk Hotel Pantes di Sarangan 20.00 WIB. Lantas pada pukul 22.00 WIB korban disetubuhi. Karena menolak disetubuhi, pelaku langsung mencekik korban dan membenturkan kepala ke lantai. Saat itu korban langsung tewas.

Karena bingung melihat korban tewas, pelaku mencari akal. Dia pun keluar hotel dan menuju Pasar Plaosan. Di sana, pelaku membeli sebuah golok dan 6 tas plastik warna merah. Sesampainya di hotel, pelaku memotong-motong tubuh korban menjadi 9 bagian. Dan memasukkannya ke dalam tas plastik yang sudah disiapkan.

Pelaku sendiri membuang tubuh korban yang sudah dipotong secara terpisah. Ini cara pelaku untuk menghilangkan jejak. Pelaku keluar dari hotel pukul 05.00 WIB dan langsung menuju Madiun mencari Bus Sumber Kencono.

Pelaku pun naik bus yang menuju ke Yogyakarta dan meninggalkan potongan tubuh bagian kepala dan tangan di dalam bus saat turun di kawasan Maospati-Ngawi. Sedangkan bagian lainnya seperti perut, dada, paha dan kaki dibuang di jalur wisata Telaga Sarangan menuju ke Cemoro Sewu tepatnya di jembatan Desa Mojosemi, Kecamatan Plaosan.

Namun potongan tubuh itu akhirnya ditemukan oleh warga. Bila kepala dan tangan ditemukan 10 Juli 2009, sedangkan potongan lainnya ditemukan 12 Juli 2009.

Sementara saat gelar perkara yang dimulai pukul 14.00 WIB-15.00 WIB kepala tersangka ditutup dengan sarung kepala warna hitam gelar perkara pelaku terlihat menunduk. Sementara barang bukti yang berhasil didapatkan yakni 3 buah ponsel merek Nokia 3315 dan Nokia 760 milik pelaku, Nokia type 6070 milk korban.

Selain itu barang bukti golok panjang 43 cm, daun dadap yang menempel di tubuh korban, pakaian tersangka saat melakukan eksekusi, celana panjang korban warna hitam, tas plastik warna merah 6 buah yang digunakan membungkus potongan jenazah, tas rangsel warna hitam merek exsport milik korban, gayung kamar mandi, sprei tempat tidur warna putih motif kembang merah.

Sebelum mengakhiri gelar perkara, Kapolda memimpin doa bersama yang dihadiri seluruh petinggi dan jajaran Polwil Madiun agar korban meninggal dengan tenang.

sumber dari: http://detik.com

3 komentar:

  1. Masya Allah, kok sampai tegane ya!!!
    semoga yang ditinggal diberikan ketabahan ya...

    BalasHapus
  2. hmmm, masih ada aja ya, orang kaya gitu,

    BalasHapus
  3. http://adsensecamp.com/show/click.php?sid=NK7cn28rymk%3D&mid=LadfN1MIyVA%3D&ogi=XBK%2BvFCWUKZz0L%2FxrSH1MA%3D%3D&omid=PMBqPGrsfU0%3D&chan=qKWZ4ntarPg=&i=TPt6oOpu6x3Jxgb4jd39dQ%3D%3D&r=Ei6o7E%2FT22yOevgG9f2ArdESY38DhpTrfv%2BzWzTm7HBBTOhRDi5z1CNYSN%2FDonKx6eS4bfD98jwB7TlqdVa8TCIERnBV%2BFWOYvXSAW53sOtpD4IGF08VuQ%3D%3D&a=EQFvkIO3fDNxefpicusnLGsBP5YEQQFKEX1CYRLG5%2FsgMNxYbu4yxQyTL7eW95vTX4Y%2B9%2F0TpYugfTPODb4m1bQVUB%2B4xBKlewrlHsxWb%2FMLMWhSCE5Cz1yCgiNzmmPi

    BalasHapus

jika tidak memiliki id apapun silahkan pilih anonymous