Ariel dan Luna Maya Tidak Salah

Ariel-Luna, atau siapa aja lah.... Dua nama yang 'terkenal' itu kan sebenarnya cuma alat Tuhan 'mengenalkan' dengan mudah kepada kita akan "dua" sosok. Dua sosok ini bukanlah sosok Ariel dan sosok Luna, bukan! Kedua nama ini pada titik seperti ini barangkali sedang sangat tidak berharga bagi-Nya Yang Maha Luhur, tapi... pada titik yang lain kedua nama ini bisa kembali mulia di hadapan-Nya. Dan itu tergantung pada pemilik dua nama ini. Cukup dulu lah.... bahas Ariel dan Luna. Yang jelas keduanya tidak salah, hubungan yang mereka lakukan juga tidak salah, apalagi MP4 yang dipake buat ngambil gambar.... sama sekali tidak salah. Yang salah hanyalah "waktu dan tempat"nya.....

Seandainya keduanya melakukan hubungan yang --barangkali benar-- semacam itu... pada "waktu" setelah menikah, dan pada "tempat" yang tertutup, maka "masalah" ini tidak akan terjadi.

Kalau kita pada teriak-teriak memaki, menghujat dan menghinadinakan kedua nama itu.... sekarang ini. Sungguh sangat amat terlambat sekali!!!!!

Kemana saja mulut-mulut kita saat itu ............. ???
Ketika remaja-remaja kita asyik menjalin hubungan lawan jenis, bukan dengan ikatan "pernikahan" tapi hanya dengan ikatan yang bernama "pacaran" yang kita-kita semua senandungkan dengan indah setiap saat...

Kemana saja telinga-telinga kita yang terbuka sepanjang hidup kita ini ......... ???
Ketika ajaran mulia itu memperingatkan "Kalau laki-laki dan perempuan berduaan, maka yang ketiga adalah syetan" .....

Kemana saja hati-hati kita selama ini ......... ???
Ketika "perintah jilbab untuk memuliakan kaum wanita" itu sampai ke telinga kita, ketika anjuran "menjaga jarak dengan yang bukan mahrom" sering kita dengar, ketika kita sudah mengerti betul "pernikahan adalah jalan Tuhan, sedang perzinahan adalah jalan syetan".
Ke mana saja kita ..... ???

Ketika agama yang mulia itu menganjurkan menikah dini, kita justru dengan merasa lebih aman dari perbuatan yang dilarang Allah & lebih nyaman jika berada di sebuah tempat manapun jika kita bersama dengan istri/suami kita, tetapi saya tidak ingin menyia-nyiakan masa muda saya."
Benar! usia muda tidak kita sia-siakan, tapi 'kehormatan' dan 'kasih sayang' Tuhan yang bernama kesucian itu telah kita campakkan!

Ketika agama yang mulia itu menganjurkan memakai jilbab, kita justru dengan merasa paling tahu kalau "Tuhan Maha Bijak" dengan damai berkata, "Biarlah saya jilbabi hati saya dulu." Ini lebih mending, kadang kita jawab, "Biarlah hati yang saya jilbabi. Tuhan Maha Tahu hati saya, Tuhan menilai hati saya. Tidak menilai tubuh saya."
Benar! Tuhan tidak menilai Tubuh kita, tapi Tuhan menjadikan apa yang diperbuat tubuh kita sebagai saksi dari apa yang ada dalam hati kita. Dan manusia diciptakan tidak hanya 'jiwa' atau 'hati' saja, tapi juga lengkap dengan 'tubuh' atau 'jasad'nya. Jilbabilah hatimu, tapi juga jilbabilah tubuhmu. Uruslah hatimu, tapi uruslah juga tubuhmu. Sujudkan hatimu, tapi sujudkan juga tubuhmu. Bersihkan, sucikan, dan rebahkan hatimu, maka bersihkan, sucikan, dan rebahkan pula tubuhmu.

Sampai kapankah kita yang bodoh ini, akan terus menggurui Tuhan?
Sampai kapankah kita yang tidak tahu apa-apa ini, akan terus bicara atasnama Tuhan?
Sampai kapankah kita sadar, bahwa Tuhan tidak hanya Maha Pengampun dan Maha Mengerti.... tapi Dia juga Maha Pembalas dan Maha Murka.......

Sang Pencabut Nyawa... Malaikat Izrail, yang seribu galaksi mampu digenggamnya, tertunduk ngeri sehingga wajah putihnya itu kekuning-kuningan... karena takutnya kepada Yang Maha Agung itu....

Tetapi kita..... ternyata tidak banyak belajar....
Tidak mau belajar..... karena mungkin rela jadi orang yang kurang ajar....
Tidak sudi belajar.... karena mungkin sudah merasa pintar.....

Terserah kita!
Dia Yang Maha Agung itu tidak butuh kita sama sekali. Tidak butuh ibadah dan sembahyang kita. Dia tidak membutuhkan apapun dari alam ini... Dia tidak butuh manusia!

Sholatmu, kebaikanmu.... semua Dia kembalikan untukmu.
Kefasikanmu, keburukanmu.... semua Dia kembalikan kepadamu.
Terserah..... ke mana kita kan memilih.

Sumber dari link sahabat saya : http://imamsaifulbahri.co.cc

1 komentar:

jika tidak memiliki id apapun silahkan pilih anonymous